Rekayasa Instrumentasi dan Automasi ITERA.
Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi berdiri pada 11 Maret 2022 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 146/E/O/2022.
Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi hadir di Indonesia, khususnya Pulau Sumatera, sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang bergerak sangat cepat bersama hadirnya Revolusi Industri 4.0.
Pada saat yang sama, dunia pendidikan dan industri berhadapan dengan situasi VUCA: perubahan berskala besar, ketidakpastian, kompleksitas, serta ambiguitas dalam memahami kejadian dan hubungan sebab-akibat.
Dalam konteks tersebut, keilmuan instrumentasi dan automasi menjadi penting karena berkaitan langsung dengan sistem pengukuran, monitoring, kendali, akuisisi data, optimasi proses, serta integrasi teknologi digital pada sistem industri.
Identitas visual yang menggabungkan huruf i, a, dan semangat ITERA.
Bentuk Logo IA merupakan susunan kombinasi huruf i dan a. Logo IA juga disebut terinspirasi dari kampus MIT Massachusetts Institute of Technology.
Sejarah Logo Instrumentasi dan Automasi ITERA
Warna jingga atau orange melambangkan semangat, kreativitas, dan dinamika. Warna ini mencerminkan budaya dan karakter mahasiswa Prodi IA yang penuh perhatian dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.
VUCA menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan sistem cerdas.
Perubahan industri tidak hanya cepat, tetapi juga sulit diprediksi, kompleks, dan sering kali ambigu. Keilmuan IA dibutuhkan untuk membantu proses pengambilan keputusan berbasis data dan sistem kendali.
Volatility
Perubahan berskala besar yang berlangsung cepat dan menuntut sistem yang adaptif.
Uncertainty
Kesulitan melakukan prediksi secara akurat terhadap kondisi yang terus berubah.
Complexity
Kerumitan tantangan karena banyak faktor saling terkait dalam satu sistem.
Ambiguity
Ketidakjelasan kejadian dan hubungan sebab-akibat yang perlu dianalisis secara cermat.
Lima teknologi utama dalam industri siap digital.
Revolusi Industri 4.0 ditandai oleh teknologi yang mendorong integrasi antara sistem fisik, data, komputasi, dan proses produksi modern.
Internet of Things
Big Data
Artificial Intelligence
Cloud Computing
Additive Manufacturing
Arah pengembangan keilmuan Rekayasa Instrumentasi dan Automasi.
Visi dan misi keilmuan menempatkan IA sebagai program studi yang unggul, inovatif, solutif, serta relevan dengan kebutuhan Sumatera dan Indonesia.
Unggul, inovatif, solutif, dan diakui secara nasional maupun internasional.
Menjadi Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi yang unggul, inovatif, solutif, dan diakui baik secara nasional maupun internasional, serta menjadi inspirasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa Instrumentasi dan Automasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dengan memberdayakan potensi wilayah di Sumatera dan Indonesia.
Pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kerja sama berkelanjutan.
Sumber tulisan sejarah singkat Program Studi IA.
Konten sejarah singkat ini bersumber dari artikel Kompasiana berjudul “Sejarah Singkat Prodi Terpopuler di ITERA: Prodi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi”. Kreator: Sabar.
