Perkembangan industri 4.0 mendorong transformasi besar dalam sistem logistik dan pergudangan. Salah satu teknologi kunci yang mulai banyak diadopsi adalah Automated Guided Vehicle (AGV), yakni kendaraan otomatis yang dapat bergerak secara mandiri untuk memindahkan barang di dalam gudang. Dengan dukungan sistem navigasi dan sensor yang canggih, AGV mampu mengoptimalkan aliran material, mengurangi kesalahan kerja, serta meningkatkan keselamatan operasional di lingkungan pergudangan.
Sebagai respon terhadap kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, mengembangkan Smart Warehouse Automatic Guided Vehicle (AGV) berbasis Raspberry Pi. Sistem ini dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan mengotomatiskan pengiriman barang di dalam gudang, sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien dan andal. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada pengembangan solusi yang adaptif terhadap kebutuhan lokal industri logistik di Indonesia.
AGV yang dikembangkan memanfaatkan Raspberry Pi sebagai otak pemrosesan utama, dipadukan dengan sistem navigasi dan sensor seperti LiDAR untuk mendeteksi halangan serta menjaga akurasi posisi. Berdasarkan hasil pengujian, prototipe AGV ini mampu mencapai waktu tempuh per misi ≤ 3 menit untuk jarak 50 meter, dengan akurasi posisi akhir ≤ 5 cm dari titik target. Sistem deteksi halangan juga menunjukkan performa sangat baik dengan tingkat keberhasilan ≥ 95%, sekaligus memberikan efisiensi waktu kerja lebih dari 30% dibandingkan pengiriman manual.
Pengembangan smart warehouse AGV ini dilakukan melalui beberapa tahapan utama, mulai dari studi literatur dan analisis kebutuhan industri, perancangan desain sistem, instalasi sistem navigasi dan kontrol, hingga pengujian dan evaluasi prototipe di lingkungan simulasi gudang. Seluruh proses tersebut didokumentasikan secara teknis untuk menjadi acuan pengembangan lebih lanjut, panduan penerapan di lapangan, sekaligus referensi bagi riset-riset berikutnya di bidang otomasi dan logistik cerdas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi AGV dan teknologi sensor modern seperti LiDAR memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi manajemen gudang. Ke depan, tim merekomendasikan uji coba jangka panjang di gudang riil, peningkatan kolaborasi lintas disiplin dengan industri manufaktur dan logistik, serta penguatan perlindungan inovasi melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan publikasi ilmiah. Dengan demikian, Smart Warehouse AGV berbasis Raspberry Pi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata ITERA dalam mendukung modernisasi industri logistik nasional.

